Jamuan Sehat dan Lezat untuk Malaikat

Kali ini saya mau sedikit cerita, boleh ya? Jadi begini, ada suatu kisah unik dari bapaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihi Salam. Suatu hari beliau menerima beberapa orang tamu di malam hari.

Untuk menghormati tamunya beliau segera menyiapkan makanan spesial buat tamunya.

Tapi ternyata makanan itu tidak bisa dimakan sama tamunya. Kok bisa?

Jadi kisah ini ada diabadikan di beberapa surat al-Qur’an, tapi disini saya sebutkan salah satunya aja, yaitu pada surat Adz-Dzariyat ayat 24-28.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mengucapkan, “Salaman.” Ibrahim menjawab, “Salamun, ” (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka.

Ibrahim berkata, “Silakan kamu makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq).” (Q.S. Adz-Dzariyat: 24-28)

Baca Juga: Rahasia di Balik Penciptaan Buah Manggis yang Penuh Hikmah

Nabi Ibrahim Alaihi Salam Orang yang Pertama Menjamu Tamu

Jadi ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari ayat di atas. Misalnya, momen itu jadi permulaan orang yang pertama kali menjamu tamu adalah Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Nah, terus kenapa dikasih daging anak sapi bakar? Ini ada rahasianya.

Menurut para ahli tafsir, nabi Ibrahim Alaihi Salam punya banyak ternak sapi. Jadi beliau bisa segera menyiapkan makanan yang ada di rumahnya, karena tamunya datang malam-malam.

Dipilih juga daging anak sapi yang gemuk, terus dipanggang tuh di atas batu panas.

Sapi ini kan bahasa Arabnya al-Baqar, sedangkan anak sapi sebutannya al-‘Ijlu, walau kadang kata ini bisa diartikan domba juga. Jadi ternyata, kualitas dagingnya beda antara Al-Baqar dan Al-‘ijulu ini.

Al-Baqar (sapi dewasa) dagingnya kurang baik buat penderita sakit kronis atau yang pencernaannya lemah. Kan ada haditsnya yah.

Dari Shuhaib Radhiyallahu Anhu, “Kalian harus meminum susu sapi karena ia obat, lemaknya obat, sedangkan dagingnya penyakit.” (H.R. Ath-Thabrani)



Sedangkan al-‘Ijlu (anak sapi) dagingnya bagus, menghasilkan darah yang sehat. Ini disampaikan sama Ibnu al-Baitar: “Daging anak sapi lebih baik dari daging sapi dewasa dan domba jantan.

Karakter daging ini panas dan lembab (peningkat darah), dengan nilai gizinya seimbang, menghasilkan darah yang baik, cocok untuk mereka yang rajin berolahraga,”

Terus cara memasaknya, beliau Alaihi Salam memanggang di atas batu panas, inilah maksud dari kata al-Hanidz dalam surat Hud ayat 69.

Jadi bukan dibakar dengan api langsung ya, supaya dagingnya jadi empuk tapi tidak ada bagian daging yang hangus. Karena daging hangus itu tidak bagus buat kesehatan, bisa memicu kanker.

Daging anak sapi gemuk yang menyehatkan, terus dimasak dengan cara yang baik, maka hidangan yang sehat ini semakin spesial buat tamu istimewa. Tamu yang datang Tengah malam.

Tamu Spesial Nabi Ibrahim

Terus kenapa hidangan spesial ini gak dimakan sama tamunya? Karena tamunya nabi Ibrahim Alaihi Salam ini ternyata rombongan malaikat.

Waktu mereka mau mengambil daging tangannya gak bisa menyentuh daging, los aja gitu. Malam-malam kedatangan tamu, dikasih makan tapi tangannya gak bisa nyentuh. Ini membuat Ibrahim Alaihi Salam ketakutan, mereka bukan manusia ternyata.

Mereka rombongan malaikat yang mau mengazab kaumnya nabi Luth Alaihi Salam, tapi sebelum ke sana mampir dulu ke rumah nabiyullah Ibrahim Alaihi Salam.

Setelah bertamu dan tidak bisa makan hidangan yang serta-merta membuat keluarga Ibrahim Alaihi Salam ketakutan, lalu tamunya menenangkan. Karena ternyata mereka bertamu mau kasih info, kabar gembira.

Kata mereka keluarga Ibrahim Alaihi Salam dan Sarah akan diberikan anak bernama Ishak Alaihi Salam yang nantinya memiliki anak Ya’qub Alaihi Salam, bapak dari suku-suku bani Israil.

Jadi dari kisah ini kita bisa ambil beberapa pelajaran, misalnya memuliakan tamu dengan segera memberikan jamuan dan persiapannya dilakukan sendiri. Ditambah lagi, kita dianjurkan memberikan makanan yang baik untuk tamu, kalau bisa menyehatkan.

Supaya tidak memberatkan, kita juga sebisa mungkin selalu menyetok bahan-bahan makanan yang sehat, karena Nabi Ibrahim Alaihi Salam supaya bisa bersegera menyiapkan makanan buat tamu, dia ambil langsung dari stok makanan yang ada di rumahnya.

Dan yang tersedia adalah daging dengan kualias baik, ternyata. Keren kan manajemen rumah tangga bapaknya para nabi ini? Masya Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top